den_aminudin
kunjungi : www.denaminudin83.blogspot.com/www.gadiysa.blogspot.com
Minggu, 18 Maret 2012
Jumat, 02 Maret 2012
Senin, 06 Februari 2012
7 pesepak bola tercantik
Leslie Osborne adalah pemain bertahan untuk klub sepak bola wanita profesional BostonBreakers. Ia juga anggota timnas AS.
Gadis pirang dan cantik tidak punya kemampuan apa-apa? Anouk Hoogendijk membuktikan Anda salah! Ia bermain untuk timnas Belanda di usia 19 tahun dan kini, di usia 26 tahun, ia bermain untuk tim Belanda, FC Utrecht.
Tina DiMartino sangat istimewa. Saat kuliah di UCLA, ia satu-satunya anak tingkat pertama yang bermain di semua 26 pertandingan untuk Bruins, mencetak lima gol. Kreativitasnya di lapangan sering dipuji dan ia juga dikenal sebagai penyerang terbaik di liga wanita kampus. Ia kini bermain untuk timnas AS.
Anda bisa memanggil Jessica Landstrom sebagai Henrik Larsson-nya sepak bola wanita Swedia. Ia setinggi 1,8 meter, mencetak gol pertama untuk timnas Swedia di pertandingan pertama di usia 23 tahun, cantik dan berbakat!
Di usianya yang ke-21, Sylvia Arnold sudah punya pencapaian yang menakjubkan. Ia menjadi bagian dari timnas Jerman U-20, dan membuat takjub di Piala Dunia U-20 tahun 2010 sehingga dipromosikan masuk timnas senior. Yang paling menyenangkan: ia punya saudara kembar, sama cantiknya, dan sama berbakatnya!
Sebelum Amy Rodriguez mendominasi liga profesional wanita internasional, ia masuk timnas AS di usia 18 tahun. Amy dua kali menjadi pemain All-American dan Gatoradetahun ini di masa kuliahnya.Rachel Unitt sering disebut sebagai pemain bola Inggris paling ngetop, dan mudah terlihat mengapa. Ia atlet Inggris yang cantik, berbakat, pernah jadi Nationwide International Player of the Year di FA Women’s Football Awards 2004, dan menang lagi di tahun 2006.
silahkan filih yang mana ...??
Jumat, 27 Januari 2012
kisah si kancil dan siput
Pada suatu hari si kancil nampak ngantuk sekali. Matanya serasa berat sekali untuk dibuka. “Aaa....rrrrgh”, si kancil nampak sesekali menguap. Karena hari itu cukup cerah, si kancil merasa rugi jika menyia-nyiakannya. Ia mulai berjalan-jalan menelusuri hutan untuk mengusir rasa kantuknya. Sampai di atas sebuah bukit, si Kancil berteriak dengan sombongnya, “Wahai penduduk hutan, akulah hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar di hutan ini. Tidak ada yang bisa menandingi kecerdasan dan kepintaranku”. Sambil membusungkan dadanya, si Kancil pun mulai berjalan menuruni bukit. Ketika sampai di sungai, ia bertemu dengan seekor siput. “Hai kancil !”, sapa si siput. “Kenapa kamu teriak-teriak? Apakah kamu sedang bergembira?”, tanya si siput. “Tidak, aku hanya ingin memberitahukan pada semua penghuni hutan kalau aku ini hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar”, jawab si kancil dengan sombongnya.
“Sombong sekali kamu Kancil, akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini”, kata si Siput. “Hahahaha......., mana mungkin” ledek Kancil. “Untuk membuktikannya, bagaimana kalau besok pagi kita lomba lari?”, tantang si Siput. “Baiklah, aku terima tantanganmu”, jawab si Kancil. Akhirnya mereka berdua setuju untuk mengadakan perlombaan lari besok pagi.
Setelah si Kancil pergi, si siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong agar teman-temannya berbaris dan bersembunyi di jalur perlombaan, dan menjawab kalau si kancil memanggil.
Akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, kancil dan siput pun sudah siap untuk lomba lari. “Apakah kau sudah siap untuk berlomba lari denganku”, tanya si kancil. “Tentu saja sudah, dan aku pasti menang”, jawab si siput. Kemudian si siput mempersilahkan kancil untuk berlari dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana si siput.
Kancil berjalan dengan santai, dan merasa yakin kalau dia akan menang. Setelah beberapa langkah, si kancil mencoba untuk memanggil si siput. “Siput....sudah sampai mana kamu?”, teriak si kancil. “Aku ada di depanmu!”, teriak si siput. Kancil terheran-heran, dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi, dan si siput menjawab dengan kata yang sama.”Aku ada didepanmu!”
Akhirnya si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul dan berkata kalau dia ada depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal.
Kancil berlari terus, sampai akhirnya dia melihat garis finish. Wajah kancil sangat gembira sekali, karena waktu dia memanggil siput, sudah tidak ada jawaban lagi. Kancil merasa bahwa dialah pemenang dari perlombaan lari itu.
Betapa terkejutnya si kancil, karena dia melihat si siput sudah duduk di batu dekat garis finish. “Hai kancil, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah sampai dari tadi!”, teriak si siput. Dengan menundukkan kepala, si kancil menghampiri si siput dan mengakui kekalahannya. “Makanya jangan sombong, kamu memang cerdik dan pandai, tetapi kamu bukanlah yang terpandai dan cerdik”, kata si siput. “Iya, maafkan aku siput, aku tidak akan sombong lagi”, kata si kancil.
Langganan:
Komentar (Atom)






